Mengenali Pentingnya Pengelolaan Keuangan dalam Situasi Darurat
Dalam situasi darurat, pengelolaan keuangan dapat menjadi penyelamat. Sebagai contoh, katakanlah banjir besar melanda dan anda perlu untuk berpindah. Kalau uang dicairkan dengan cepat, anda siap untuk menghadapi situasi tersebut. "Pengelolaan keuangan yang baik adalah senjata utama dalam menghadapi situasi darurat," ujar Iwan Jaya, penasihat keuangan dari Jaya Financial Group. Akan tetapi, banyak orang yang belum melihat pentingnya persiapan keuangan untuk menghadapi situasi darurat. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hanya sekitar 29,66% masyarakat Indonesia yang telah memiliki tabungan darurat.
Langkah-Langkah Strategis dalam Pengelolaan Keuangan untuk Situasi Darurat
Pertama, anda perlu menyiapkan dana darurat. Berapa banyak? Iwan Jaya menyarankan, "Minimal memiliki dana darurat sebesar tiga hingga enam kali dari pengeluaran bulanan." Lantas, bagaimana cara mendapatkannya? Mulailah dengan menyisihkan sebagian pendapatan bulanan, bisa 10% atau lebih sesuai kemampuan. "Disiplin dan konsistensi adalah kunci untuk mengumpulkan dana darurat," tambah Iwan.
Selanjutnya, investasikan dana darurat anda. Jangan simpan dalam bentuk tunai di rumah, tetapi letakkan di tempat yang aman dan mudah dicairkan. Deposito, reksadana pasar uang, atau tabungan berbunga tinggi bisa menjadi pilihan. Anda juga bisa mempertimbangkan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Biaya rumah sakit dan pengobatan bisa mencabik-cabik tabungan jika tidak ditangani dengan baik.
Terakhir, buatlah perencanaan keuangan dan ikuti dengan disiplin. Ini melibatkan pengaturan pengeluaran dan pemantauan aliran kas. Anda perlu memisahkan pengeluaran rutin dari pengeluaran darurat. Sebagai contoh, dana untuk kebutuhan sehari-hari dan cicilan harus dipisahkan dari dana darurat. "Pemisahan ini penting untuk menjaga agar dana darurat tidak digunakan untuk keperluan lainnya," jelas Iwan.
Untuk penutup, penting untuk memahami bahwa krisis bisa datang kapan saja dan bentuknya bisa beragam. Bisa jadi penyakit, kecelakaan, atau kerugian yang tidak diharapkan. Oleh karena itu, persiapan keuangan merupakan langkah preventif yang sangat penting. "Ingat, situasi darurat tidak pernah memberi tahu kapan datangnya. Oleh karena itu, persiapan adalah kunci," pungkas Iwan Jaya.